Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Masha Allah, Begini Cara Imunisasi yang Benar Dan Telah Di Contohkah Oleh Rasulullah SAW


Kepada saudara ku sesama muslim, Sampai saat ini masih banyak saudara kita sesama kaum muslim yang belum mengetahui dan menerapkan metode ‘imunisasi’ sesuai tuntunan Islam. Padahal sejak dini Rasulullah SAW telah mengajarkan “tahnik” sebagai metode imunisasi yang sesungguhnya dengan mengandalkan kurma sebagai media utama. Dengan demikian Islam tidak pernah mengajarkan bahkan melarang penggunaan bahan-bahan berbahaya, haram, najis dan subhat untuk dikonsumsi, pengobatan maupun dimasukkan (disuntikkan) lewat pembuluh darah Dan sekarang imunisasi / vaksin banyak mengadung bahan HARAM, Dan Zat berbahya.

Imam Bukhori meriwayatkan, Abu Musa ra berkata:

ولد لى غلام فأتيت به النبى – صلى الله عليه وسلم – فسماه إبراهيم وحنكه بتمرة.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan ia mentahnik dengan sebutir kurma.”

Dari ‘Aisyah, beliau berkata:

أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – كان يؤتى بالصبيان فيبرك عليهم ويحنكهم.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”

An Nawawi menyebutkan dua hadits di atas dalam Shahih Muslim:

استحباب تحنيك المولود عند ولا دته وحمله إلى صالح يحنكه وجواز تسميته يوم ولا دته واستحباب التسمية بعبدالله وإبراهيم وسائر أسماء الأنبياء عليهم السلام

“Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya. “

Rasulullah SAW bersabda: “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit, ia berasal dari surga dan di dalamnya terdapat obat.”

Sa’ad mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memakan tujuh buah kurma ajwa di pagi hari, maka racun dan sihir tidak membahayakannya pada hari itu.” (HR Bukhari & Muslim)

Salamah binti Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah kurma kepada wanita yang akan melahirkan, agar anaknya menjadi murah hati, itu adalah makanan Maryam saat akan melahirkan Isa. Jika Allah mengetahui ada yang lebih baik dari itu, tentu Dia telah memberikannya. ”

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk para istri-istri kamu yang sedang hamil untuk makan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. (HR Bukhari).

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Musa berkata: “Seorang anakku lahir, akupun membawanya kepada Nabi SAW, beliau menamainya Ibrahim, beliau melolohkan dengan sebutir kurma, memohon berkah baginya lalu menyerahkannya kepadaku.”

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abu Bakar rah.

Dari Asma’ binti Abu Bakar rah. bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekkah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.


SUBHANALLAH …! Hikmah dari Hadits di atas sangatlah bagus dan patut kita yakini serta terapkan, selain dari sisi konten kurma yang sangat besar kandungan gizinya dan manfaatnya untuk menjaga kesehatan serta obat. Ternyata buah kurma memiliki hikmah lain yang sangat special bilamana sejak awal dicekoki pada bayi yang baru lahir (tahnik).

Disinilah perlunya kita ketahui makna dan manfaat Tahnik yang diajarkan Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Tahnik adalah melolohkan kurma yang sudah dikunyah oleh orang tuanya dengan menggerak-gerakkan dari kiri ke kanan sampai merata di langit-langit mulut bayi dengan lembut seraya berdoa dan berzdikir.
Melolohkan (memasukkan) buah kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah hal menakjubkan karena di dalamnya terdapat manfaat kesehatan yang besar. Terbukti buah kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan memperkuat daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya, terlebih dari itu hikmah melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.

Kurma yang diberikan bayi dengan proses pengunyahan dari mulut kedua orang tuanya juga mengandung makna yang special dalam menjalin ikatan batin kepada anaknya. melalui air liur kedua orang tuanya akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka kepada mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah islam mereka yang suci. Anak akan tumbuh dengan baik dan bersih dan juga dapat merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya buah kurma yang bercampur air liur, yang bersamaan lidah selalu dibasahi dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.

Melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah Ritus yang dapat menanamkan dalam jiwa kedua orang tua kasih sayang yang tulus kepada anak-anak mereka, sehingga keluarga muslim ini keluarga muslim ini akan hidup dalam keharmonisan, kedamaian dan cinta kasih.

Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml. Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang. Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

Kandungan Nutrisi, Mineral dan  Vitamin Kurma


Manfaat Buah Kurma Untuk Kesehatan

1. Menguatkan imunity 2. Mencerdaskan otak 3. Meningkatkan daya tahan (antibody) 4. meningkatkan Hemoglobin (Baik untuk penderita animea) 5. Meningkatkan jumlah trombosit 6. Sebagai multivitamin 7.Anti bakteri dan virus 8. Baik untuk masa pertumbuhan 9. Mengatur kepadatan tulang 10.Meningkatkan nafsu makan 11. Memelihara ketajaman mata dan pendengaran 12. Menenangkan dan menguatkan syaraf 13. Menstabilkan kejiwaan anak 14. Meluncurkan 15. Mengobati cacingan 16.Mengobati panas (demam), flu, batuk 17. menghaluskan kulit

Solusi Bagi Mereka yang terlanjur memberikan vaksin & imunisasi pada anak-anaknya

1. Perbanyak istighfar

karena kewajiban selaku orang tua dituntut dan diminta pertanggungjawannya oleh Allah Ta’ala dalam hal memberi nama pada anak, bersikap adil dalam memberikan kasih sayang, memeberikan nafkah dari rizki dan barang yang halal dan pendidikan moralnya.

Dalam Surat Al Baqarah: 168 Allah berfirman: “Hai sekalian manusia makanlah yang halal dan baik apa yang ada di bumi, dan jangan mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”

Dalam Surat Al Baqarah: 173 Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang (yang ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. ”

2. Berdoa kepada Allah dengan tujuan diampuni dosa-dosa

mohon petunjuk, ketetapan iman dan dilindungi dari gangguan dan kebodohan orang-orang kafir.Doanya ada dalam Surat Al Baqarah: 201: “Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Juga ada dalam Surat Ali Imran: 147: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir. ”

3. Untuk membantu mengeluarkan unsur racun dari imunisasi / vaksinasi sekaligus meningkatkan Antibodinya

yaitu dengan memberikan Al Habbatus sauda (jintan hitam), madu, kurma, zaitun dan air kelapa.

4. Selalu mendoakan anak-anaknya dengan doa yang disyariatkan Rasulullah SAW

seperti: “Rabbana hablana min azwajina wa min zdurriyatina qurrota a’yunin waj’alna lil muttaqiina imama.”

Wallahu‘Alam Bishawab. (aulia-rahman/NMJ)

Teruntuk Para Suami, Begini Luar Biasanya Tubuh Wanita yang Akan Bersalin


Menjadi wanita memang bukanlah hal yang mudah. Meski dimata pria wanita itu rumit, kenali dulu perjuangan menjadi seorang wanita. Terutama bagi wanita yang telah menikah, kemudian mengalami fase hamil hingga melahirkan buah hatinya. Mau tahu gimana luar biasanya tubuh wanita yang akan bersalin? simak ulasannya di bawah ini ya ...

Tahapan Pertama
Pada tahapan ini Anda akan mengalami dua proses, yaitu fase awal dan fase aktif. Pada fase awal, leher rahim Anda akan menipis dan mulai terbuka.

Kontraksi ringan akan Anda rasakan pada fase ini. Biasanya kontraksi berlangsung selama 30 hingga 90 detik dengan jarak kedatangan yang teratur, misalnya tiap 5 menit.

Seiring berjalannya waktu, leher rahim Anda akan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Anda pun akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.




Fase awal berakhir ketika pembukaan leher rahim mencapai 4 cm.

Namun untuk waktu pasti yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tersebut berbeda-beda pada tiap individu. Jika ini kehamilan pertama Anda, fase ini pada umumnya akan memakan waktu 6-12 jam.

Pada ibu hamil lainnya, bisa lebih lama atau lebih pendek. Jika sebelumnya Anda sudah pernah melahirkan, kemungkinan fase ini akan berjalan lebih cepat.

Sementara pada fase aktif, leher rahim ibu hamil akan melebar lebih cepat. Pembukaan leher rahim pada fase ini mencapai 10 cm.

Kontraksi yang datang pun akan lebih kuat, lebih lama, dan lebih sering. Ibaratnya Anda sudah tidak mampu lagi berbicara ketika mengalami kontraksi seperti ini.

Rasa tidak nyaman mulai Anda rasakan pada fase ini. Anda bisa merasakan kram kaki, tekanan pada punggung, dan mungkin merasa mual. Jika belum terjadi, air ketuban Anda akan pecah pada fase ini.

Jika Anda masih di rumah pada fase ini, maka inilah waktu yang tepat untuk bergegas ke rumah bersalin.

Intensitas rasa sakit yang akan Anda alami pada tahapan ini akan meningkat. Jika Anda tidak kuasa menahannya, Anda bisa minta obat pereda rasa sakit atau suntik bius. Selain dengan obat dan suntikan, rasa sakit bisa juga dihilangkan dengan cara alami.

Fase aktif biasanya berlangsung antara 4-8 jam, jika ini adalah kehamilan pertama Anda. Namun hal ini kembal lagi kepada individu masing-masing.

Tahapan Kedua

Tahapan ini disebut sebagai proses mendorong bayi agar keluar dari tubuh Anda. Pada tahapan inilah semua tenaga Anda harus dikerahkan.

Memasuki tahapan ini, Anda tidak lagi merasakan kontraksi seperti pada fase aktif. Jarak kedatangannya tidak begitu dekat sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat sebelum kemunculan kontraksi yang berikutnya.

Secara perlahan-lahan posisi bayi Anda akan turun ke jalan lahir. Anda disarankan untuk bersabar saat menunggu bayi turun dan tidak perlu tergesa-gesa untuk mendorongnya agar cepat keluar. Biarlah rasa ingin mendorong datang secara alami. Bersabar juga bisa membuat tubuh Anda rileks dan tidak stres.


Jika bayi Anda sudah berada di pintu bawah panggul Anda, kemungkinan rasa ingin mendorong akan hadir dengan sendirinya.
Namun jika bayi Anda masih jauh dari pintu bawah panggul, kemungkinan Anda tidak akan merasakan sensasi ingin mendorong.
Setelah beberapa saat, akan terlihat tonjolan pada jaringan antara vagina dan anus ketika Anda mendorong. Tidak lama kemudian, kulit kepala bayi akan terlihat.

Bagi seorang ibu, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Jika Anda penasaran, Anda bisa meminta cermin untuk melihat kulit kepala si Buah Hati.

Saat ini rasa ingin mendorong akan terasa lebih kuat. Tekanan kepala bayi Anda pun akan terasa lebih intens yang kemungkinan akan diiringi oleh rasa terbakar yang kuat akibat meregangnya jaringan antara vagina dan anus Anda.

Makin Anda mendorong, maka kepala bayi akan makin terdorong keluar. Dengan dorongan berikutnya, kepala bayi akan keluar dengan sempurna.

Kepala bayi Anda kemudian akan menyamping karena bahunya mulai berputar untuk bersiap-siap menuju pintu kelahiran. Dengan dorongan, bahunya akan terlihat disusul oleh tubuh.

Selamat, bayi Anda sudah lahir. Mulut dan hidung si Kecil akan dibersihkan agar mudah bernapas.

Sesampainya di dunia, si Kecil yang berlumuran lendir darah ini akan dikeringkan menggunakan handuk oleh suster. Bayi Anda akan dibungkus agar selalu dalam keadaan hangat.

Selanjutnya, jika tidak ada komplikasi, Anda bisa bertemu dengan si Buah Hati yang telah Anda kandung selama berbulan-bulan lamanya.

Sumber : Alodokter.com via warungkopi.okezone.com/thread/533592/teruntuk-para-suami-begini-luar-biasanya-tubuh-wanita-yang-akan-bersalin

Inilah Hak Ibu Setelah Anak Lelakinya Menikah

Menikah merupakan salah satu Sunnah Rosul yang sangat dianjurkan, untuk membangun keluarga sakinah adalah dambaan setiap insan. Namun, sebelum menikah, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang besar kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibundanya.

Apabila  anak perempuan menikah, maka dia akan menjadi hak suami. Ayah dan Ibunya tidak lagi memiliki hak atas perempuan tersebut. Namun, bagi anak laki-laki, kewajiban berbakti kepada ibu tidak akan hilang begitu saja. Sehingga meski sudah memiliki istri dia tetap menjadi hak Ibunya. 

Mengapa adanya perbedaan hak ibu terhadap anak laki-lakinya yang telah menikah? Lantas bagaimana pula seharusnya anak laki-laki memperlakukan ibunya setelah menikah, di samping tetap mewujudkan keluarga bersama istri dan anak-anak? Simak ulasan berikut.



Secara khusus atau dengan sangat istimewa, Islam menekankan hak ibu kepada anak laki-laki kandungnya. Mengapa terhadap anak perempuan kandungnya tidak? Karena anak perempuan dilepas setelah diperistri seseorang. Sedangkan anak laki-laki tidak bisa lepas, walaupun ia sudah beristri.

Dengan demikian, pengabdian anak laki-laki kepada ibu kandungnya tidak putus. Tetapi pengabdian anak perempuan putus dan beralih kepada suaminya. Karena itu, anak laki-laki lebih terikat kepada ibunya. Sementara anak perempuan terlepas ikatan pengabdiannya kepada ibunya sendiri.

Laki-laki wajib membelanjai istri dan anaknya serta wajib terus memperhatikan nasib ibu kandungnya. Anak laki-laki yang dewasa, lalu menikah, ibunya lebih berkuasa terhadap dirinya dari pada istrinya. Karena ibu lebih berhak kapada anak laki-laki kandungnya, maka anak tersebut harus berusaha menjaga perasaan ibunya.

Lantas, bagaimana jika kebutuhan istri dan kebutuhan ibu bersamaan waktunya? Bila kepentingan makan dan minum istri sudah terpenuhi, lalu istri punya keperluan lain yang tidak pokok, maka yang wajib didahulukan adalah kepentingan ibu.

Demikianlah hak ibu kepada anak laki-laki kandungnya. Jadi istri harus menyadari bahwa kepentingan ibu kandung suaminya adalah kepentingan yang hampir mutlak kepada si anak. Karena suami masih memiliki kewajiban kepada ibunya.

Jika seorang istri tidak menyadari aturan Islam seperti ini, maka hubungan suami dan istri bisa saja berjalan tidak baik. Oleh sebab itu, disarankan kepada para istri untuk memahami ilmu agama. Ketika melihat suaminya begitu taat kepada ibu kandungnya, seorang istri harus meridhoinya.

Keistimewaan seorang ibu juga tergambar dari hadist Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya:

“Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah saw: “Ibumu.” Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban yang sama.

Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan). Ibnu Al-Baththal mengatakan bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali.

Hal ini dapat dipahami dari kondisi ibu ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan. Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah SWT Surat Luqman ayat 14.

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun—selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun—bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.

Allah menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas. Sementara itu, Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah dan Al Hakim menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”

Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan.

Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat. Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah.

Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata: “Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”

Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:

“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”

Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan, dan menyusui.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi sahabat tolongshareya agar lebih mengetahui kewajiban anak laki-laki kepada orangtuanya meskipun sudah menikah.


Sumber: AL Quran & Hadis
Via : http://warungkopi.okezone.com/thread/533089/inilah-hak-ibu-setelah-anak-lelakinya-menikah

Setengah Jam Jadi Suami, Pria Ini Ceraikan Istrinya, Alasannya Sungguh Mengharukan..


Menjadi fotografer pernikahan bukan berarti selalu menyaksikan momen bahagia para mempelai dan keluarga. Tapi, ada kalanya juru foto itu menyaksikan. Bahkan, mengabadikan momen-momen sedih yang seharusnya menjadi hari bahagia itu.

Simak saja pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah perkawinan yang menyedihkan melalui akun Facebook Boii Amani Hashim. Kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.

Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.
Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.
Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.

Sumber : Dream.co.id

Rasulullah Menyebutnya Istri Pembawa Sial, Jika Istri Anda Memiliki 3 Ciri ini

Saat anda hendak memutuskan memilih istri, jangan asal-asalan. Perhatikan 3 hal ini beserta baik. Amati, tanyakan pada walinya, dan pastikan. Jangan hingga anda menolerir. Sebab kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pada sabdanya yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam ath-Thabrani, Imam al-Bazzar serta Imam al-Hakim, 3 karakteristik perempuan ini merupakan istri pembawa Sial.


1. Bila Ditinggal Pergi, ia Berkhianat

anda menerima tugas ke luar kota. Kurang lebih satu pekan. Baru nikah selama sebulan. Masih seru-serunya. Banyak yg belum dicoba. Pun soal perkenalan sifat, sikap, serta tidak sama sebagainya.

Persoalannya, anda dihantui curiga lantaran tiadanya sifat jujur serta perilaku tanggung jawab berdasarkan sang istri. “Jangan-jangan, ketika saya pergi, beliau mengajak kerabat kampusnya ke kontrakan?” bisik hati anda. Curiga.

“kamu yakin hendak pulang? Gimana bila dia pergi ke tempat tinggal orang tuanya dan enggan pulang?”

Atau bisikan-bisikan kekhawatiran tidak sama yg bersumber menurut tidak adanya sifat jujur pada istri kamu.

Duhai, bukankah tiga jenis perilaku ini adalah kesialan sejati bagi anda, para suami?

2. Apabila dilihat, ia Menjengkelkan

Bukankah kesialan yg amat nyata jika sepulang kerja, anda melihat perempuan kumal, relatif mandi, bau, dan menciptakan jengkel? Lantas, ketika kamu mengingatkan, ia justru melawan. lebih galak, dan tidak punya akhlak, minim sopan santun, dan berteriak-teriak layaknya emak-emak di pasar.

Istri yang menjengkelkan, Sumbernya merupakan akhlak yang jelek lantaran minimnya ilmu agama dan wawasan. Ia tidak mau belajar, puas beserta yg dimiliki, dan menolak segala yang bertentangan dengan nafsunya. Bisajadi, ia asal berdasarkan famili yg kaya, keturunan terhormat, dan manis bagus. Mampu juga kebalikannya.

3. Apabila mengatakan, ia Menyakiti

Sore itu, ceritanya, anda menghadapi hari yang amat berat di tempat kerja. Banyak pekerjaan yang belum terselesaikan, banyak penundaan jadwal, dan masalah kemarin yang relatif kelar. Ditambah dengan jalanan yg macet, hujan deras, dan desak-desakan  pada tunggangan umum.

Kemudian, saat sampai pada rahang pintu, ada wanita yang eksklusif memberondong, bak pasukan musuh yg menemukan targetnya, “dari mana saja sih?! Jam segini baru sampai! Mampir ke rumah cewek mantan kerabat sekolah ya?!”

Sakit hati, kan? Apa yang hendak kamu lakukan apabila sudah begini? Dan rupanya, beliau enggan berubah, bahkan menolak saat hendak diubah. 

Sumber : http://www.reportaseterkini.net/2016/04/rasulullah-menyebutnya-istri-pembawa.html